Tampilkan postingan dengan label Dirinya yang terlupakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dirinya yang terlupakan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Dirinya yang terlupakan

Tergeletak tubuh  kurus kering pembalut tulang
Diatas dipan besi alaskan kasur kapuk nan usang
Pemuda itu tergolek bagaikan seonggok barang rongsokan
Diam tak bergerak, bagaikan pohon kering nan terabaikan

Tatapan mata itu kosong entah sejak kapan
Tak ada reaksi apalagi komunikasi
Tak tampak sesercahpun harapan terlintas
Tubuh kerontang itu tenggelam dalam derita berkepanjangan
AIDS kini  tengah menggerogoti tubuh dan jiwanya

Kucoba menjalin kata pada lidah nan sudah lupa tuk berucap 
Ku coba menanam harap pada jiwa nan sudah tak punya asa
Kucoba mengulang ingat rohani nan tlah lama melupakan
Ku yakin Sang pemilik tak kejam dan berhati lembut

Yakinku berbalas sudah, sang diri kembali muncul kepermukaan
Komunikasi pun terjalin kini, Allah hu Akbar pun terucap sudah
Sang pencipta tak pernah melupakan
Meski dirinya tlah terlupakan,tapi  wajahnya tak kesepian lagi

Suatu pagi terlihat tubuh lemah terengah dan meregang
Gerangan sang sakaratul mautkah tengah menjemput
Kucoba menghampiri dan kembali mengingatkan sang diri
Kutatap mata itu tiada reaksi, setetes air mata tergulir jatuh
 
Kini dia telah tiada..kembali menghadap sang pencipta
Berakhir sudah semua derita, AIDS sang pembawa bencana
Semoga kisah deritanya membawa ajar bagi para pemuda
Tunas-tunas2 harapan  hendaknya lawan Narkoba angkara