Tergeletak tubuh kurus kering pembalut tulang
Diatas dipan besi alaskan kasur kapuk nan usang
Pemuda itu tergolek bagaikan seonggok barang rongsokan
Diam tak bergerak, bagaikan pohon kering nan terabaikan
Tatapan mata itu kosong entah sejak kapan
Tak ada reaksi apalagi komunikasi
Tak tampak sesercahpun harapan terlintas
Tubuh kerontang itu tenggelam dalam derita berkepanjangan
AIDS kini tengah menggerogoti tubuh dan jiwanya
Kucoba menjalin kata pada lidah nan sudah lupa tuk berucap
Ku coba menanam harap pada jiwa nan sudah tak punya asa
Kucoba mengulang ingat rohani nan tlah lama melupakan
Ku yakin Sang pemilik tak kejam dan berhati lembut
Yakinku berbalas sudah, sang diri kembali muncul kepermukaan
Komunikasi pun terjalin kini, Allah hu Akbar pun terucap sudah
Sang pencipta tak pernah melupakan
Meski dirinya tlah terlupakan,tapi wajahnya tak kesepian lagi
Suatu pagi terlihat tubuh lemah terengah dan meregang
Gerangan sang sakaratul mautkah tengah menjemput
Kucoba menghampiri dan kembali mengingatkan sang diri
Kutatap mata itu tiada reaksi, setetes air mata tergulir jatuh
Kini dia telah tiada..kembali menghadap sang pencipta
Berakhir sudah semua derita, AIDS sang pembawa bencana
Semoga kisah deritanya membawa ajar bagi para pemuda
Tunas-tunas2 harapan hendaknya lawan Narkoba angkara
Diatas dipan besi alaskan kasur kapuk nan usang
Pemuda itu tergolek bagaikan seonggok barang rongsokan
Diam tak bergerak, bagaikan pohon kering nan terabaikan
Tatapan mata itu kosong entah sejak kapan
Tak ada reaksi apalagi komunikasi
Tak tampak sesercahpun harapan terlintas
Tubuh kerontang itu tenggelam dalam derita berkepanjangan
AIDS kini tengah menggerogoti tubuh dan jiwanya
Kucoba menjalin kata pada lidah nan sudah lupa tuk berucap
Ku coba menanam harap pada jiwa nan sudah tak punya asa
Kucoba mengulang ingat rohani nan tlah lama melupakan
Ku yakin Sang pemilik tak kejam dan berhati lembut
Yakinku berbalas sudah, sang diri kembali muncul kepermukaan
Komunikasi pun terjalin kini, Allah hu Akbar pun terucap sudah
Sang pencipta tak pernah melupakan
Meski dirinya tlah terlupakan,tapi wajahnya tak kesepian lagi
Suatu pagi terlihat tubuh lemah terengah dan meregang
Gerangan sang sakaratul mautkah tengah menjemput
Kucoba menghampiri dan kembali mengingatkan sang diri
Kutatap mata itu tiada reaksi, setetes air mata tergulir jatuh
Kini dia telah tiada..kembali menghadap sang pencipta
Berakhir sudah semua derita, AIDS sang pembawa bencana
Semoga kisah deritanya membawa ajar bagi para pemuda
Tunas-tunas2 harapan hendaknya lawan Narkoba angkara